KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN

 


Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Nur Fasichah, S.Si, pengajar di SMK N 3 Pamekasan Jawa Timur dan Calon Guru Peggerak Angkatan 10 tahun 2024. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi pemahaman dan refleksi tentang hasil pembelajaran saya dalam modul 3.1 Pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin. Namun sebelumnya saya akan menjelaskan tentang kutipan kalimat bijak berikut ini sebagai pertanyaan pemantik dalam pembelajaran modul ini.

“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sedangkan pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Kita sebagai seorang pendidik tidak hanya fokus pada upaya membekali anak dengan kemampuan dasar seperti menghitung dan keterampilan teknis lainnya, namun mengajarkan mereka tentang nilai-nilai kebajikan dan prinsip-prinsip kehidupan adalah dasar yang lebih kuat.

·  Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?

Kaitan antara kutipan tersebut dengan proses pembelajaran yang sedang saya pelajari saat ini adalah bahwa sebagai seorang pendidik sekaligus pemimpin pembelajaran, kita harus mampu memberikan kontribusi bagi peserta didik, dimana dalam setiap pengambilan keputusan harus berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan dan berpihak kepada murid.

Kita menyadari bahwa setiap pengambilan keputusan akan merefleksikan integritas sekolah sebagai institusi moral yang berkontribusi terhadap terbangunnya budaya, nilai-nilai, dan moralitas dalam diri setiap murid, nilai-nilai apa yang akan dijunjung tinggi, dan keputusan-keputusan yang diambil kelak akan menjadi rujukan atau teladan bagi seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitarnya.

 ·  Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?

Proses pengambilan sebuah keputusan harus berlandaskan pada suatu prinsip atau nilai-nilai tertentu yang kita yakini sehingga dapat membantu kita dalam menghadapi berbagai situasi atau tantangan saat ini. 3 prinsip berpikir yang kita anut yaitu berpikir berbasis Hasil Akhir, berpikir berbasis Peraturan dan berpikir berbasis Rasa Peduli dapat menjadi landasan pemikiran dalam pengambilan keputusan. Namun demikian, apapun prinsip yang kita gunakan hendaknya setiap keputusan yang kita ambil harus didasarkan pada rasa penuh tanggung jawab, nilai-nilai kebajikan universal, dan berpihak pada murid sehingga nantinya keputusan yang diambil akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan kita yang mampu mendorong pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara holistik.

 ·  Bagaimana Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan Anda?

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kita dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid dalam setiap tindakan pengambilan keputusan yang berpihak kepada murid dan berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan. Pengambilan keputusan dilakukan secara bijak dan tepat dengan mengutamakan kebutuhan dan kepentingan murid serta mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif untuk mendukung perkembangan potensi dan kekuatan dalam diri murid.

 ·  Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.

Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

Maksud dari kutipan di atas jika dihubungkan dengan pembelajaran yang telah saya alami pada modul ini adalah bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga untuk membentuk karakter dan etika individu. Sekolah sebagai sebuah institusi moral memberikan kontribusi terhadap terbangunnya budaya, nilai-nilai, dan moralitas dalam diri setiap murid, maka kita sebagai pendidik yang menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran tentunya berperan sangat besar untuk menciptakan sekolah sebagai institusi moral. Pendidik adalah tauladan bagi murid dan warga sekolah dalam mengajarkan nilai-nilai, dan norma-norma yang berlaku secara universal dan salah satunya tercermin dari proses pengambilan keputusan yang dilakukan dimana keputusan yang tersebut harus menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan dan selalu berpihak pada kebutuhan dan kepentingan murid.   

 Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran Modul 3.1

(Koneksi Antar Materi)

Kesimpulan yang saya buat ini merupakan hasil refleksi dengan mengaitkan materi pada modul 3.1 (Pengambilan Keputusan yang Berdasarkan Nilai-Nilai Kebajikan Seorang Pemimpin) dengan materi pada modul-modul PGP sebelumnya

 ·  Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangunkarsa, Tut Wuri handayani” memiliki keterkaitan dengan penerapan pengambilan keputusan yang kita lakukan sebagai pemimpin yaitu keputusan yang selalu berpihak kepada murid. Ing Ngarso Sung Tulodho yang berarti di depan seorang pemimpin harus mampu menjadi tauladan, Ing Madya Mangun Karsa artinya di tengah seorang pemimpin harus mampu membangun semangat dan motivasi, serta Tut Wuri handayani berarti seorang pemimpin harus mampu memberi dorongan dan kekuatan dari belakang.

Dalam pengambilan keputusan, seorang pemimpin harus konsisten memberikan tauladan dengan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai dan prinsip yang dijunjung tinggi, dan memastikan bahwa keputusan tersebut adil dan bermanfaat untuk semua pihak. Seorang pemimpin juga harus mempertimbangkan dampak keputusan yang telah diambil terhadap moral dan motivasi orang lain, serta berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan inovasi.

·  Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita akan membentuk keyakinan, sikap, dan tindakan kita dan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan yang kita lakukan. Nilai-nilai tersebut mempengaruhi bagaimana cara pandang kita dalam melihat situasi yang sedang kita hadapi. Misalnya, Jika nilai utama yang kita hargai adalah keadilan, maka kita akan cenderung membuat keputusan yang berfokus pada perlakuan yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Begitu pula jika kita memiliki nilai integritas dan tanggung jawab yang kuat, maka kita mungkin akan menghindari keputusan yang dapat menyebabkan pelanggaran etika yang mungkin akan berdampak merugikan orang lain dalam jangka panjang.

 ·  Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Coaching merupakan proses penggalian informasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuannya, untuk memprediksi hasil dan berbagai opsi dalam pengambilan keputusan. Materi pengambilan keputusan dan kegiatan coaching (bimbingan) memiliki keterkaitan erat terutama dalam proses evaluasi/pengujian pengambilan keputusan yang telah ditetapkan sehingga dapat diketahui sejauhmana efektivitas pengambilan keputusan tersebut dan dampak/resiko yang mungkin akan dirasakan oleh pihak-pihak yang terlibat.

Sesi Coaching dapat membantu untuk menilai apakah hasil pengambilan keputusan sudah sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, mengidentifikasi apakah proses pengambilan keputusan telah sesuai dengan paradigma, prinsip dan langkah-langkah pengambilan keputusan yang benar, serta mengklarifikasi apakah masih ada keraguan atau pertanyaan yang mungkin masih ada dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut.

 ·  Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Pemimpin pembelajaran diharapkan memiliki keterampilan Sosial dan Emosional (KSE) yang meliputi kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, menunjukkan empati, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab.  Guru yang mampu mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya dengan baik tentu akan bijak dan tepat dalam mengambil keputusan terutama dalam menghadapi situasi dilema etika.

Guru yang mampu menunjukkan empati, maka ia akan dapat merasakan dampak dari keputusan yang akan diambil terhadap berbagai pihak serta dapat membantu dalam membuat keputusan yang lebih adil dan bijaksana. Guru yang memiliki kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi, maka ia akan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan rasional, prinsip moral dan tidak mengedepankan emosi. Sedangkan guru yang mampu membangun hubungan yang sehat akan berkomunikasi secara efektif dengan semua pihak untuk mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dan membangun pemahaman bersama mengenai alternatif  solusi yang akan dipilih. Begitu pula dalam membuat keputusan yang bertanggung jawab, guru akan mempertimbangkan nilai-nilai moral dan etika yang diyakini agar keputusan tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan, integritas, dan dapat dipertanggung jawabkan.

 ·  Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Nilai-nilai yang diyakini seorang pendidik, seperti kejujuran, keadilan, dan empati, akan mempengaruhi cara mereka melihat dan memahami masalah moral atau etika. Dalam menghadapi dilema, pendidik akan mempertimbangkan nilai mana yang paling penting dalam konteks masalah dan bagaimana berbagai alternatif solusi yang diungkapkan akan sejalan dengan nilai-nilai tersebut. Misalnya, ketika seorang guru menghadapi dilema tentang apakah akan melaporkan ketidakjujuran rekan guru lainnya dalam mengolah nilai, nilai-nilai seperti kejujuran dan tanggung jawab akademik akan memandu pengambilan keputusannya. Guru tersebut mungkin merasa mengalami tekana dan memilih untuk menutup mata demi menghindari konflik, tetapi nilai-nilai yang ia anut akan mendorongnya untuk mengambil langkah yang benar sesuai dengan prinsip-prinsip moral dan etika yang ia yakini.

 ·  Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat yang diambil oleh seorang pemimpin secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman untuk peserta didik mengembangkan potensinya dan mempengaruhi situasi yang dirasakan oleh semua individu di sekolah. Setiap keputusan yang kita ambil harus tepat dan bijak berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan, keteladanan, kebijaksanaan dan tidak melanggar norma-norma yang diyakini bersama.

 ·  Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

 Dalam menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika pasti akan ada tantangan yang dihadapi diantaranya perbedaan pendapat, resistensi orang lain terhadap perubahan, konflik antara kepentingan pribadi atau kelompok, dan tekanan dari pihak luar, seperti pemangku kepentingan, media, atau masyarakat, yang dapat mempengaruhi keputusan yang diambil. Perubahan paradigma di lingkungan berkaitan erat dengan bagaimana kita menyikapi dilema etika dan menemukan solusinya sehingga diperlukan pendekatan yang fleksibel, terbuka terhadap perspektif baru, dan komitmen untuk terus belajar dan menyesuaikan diri.

 ·  Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Pengambilan keputusan dalam pendidikan sangat berpengaruh terhadap pengajaran yang memerdekakan murid-murid. Pengajaran yang memerdekakan berarti memberikan kesempatan kepada murid untuk berkembang sesuai dengan potensi dan minat mereka. Pengambilan keputusan yang tepat terkait pembelajaran berarti memastikan metode pembelajaran dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, menciptakan pengalaman belajar sesuai kebutuhan individu dan mendukung pencapaian individual peserta didik. Misalnya pengambilan keputusan dalam strategi pembelajaran diferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, serta mengintegrasikan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan kolaboratif dalam proses pembelajaran,

 · Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran pasti akan membawa dampak baik jangka pendek maupun jangka panjang bagi murid. Seorang pemimpin pembelajaran memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk masa depan murid-muridnya melalui berbagai keputusan strategis yang dibuat. Hal itu dapat dilakukan antara lain dengan mengambil keputusan yang bijak dan tepat tentang arah pendidikan dan budaya sekolah, metode pengajaran, kualitas guru dalam praktik pengajaran, dukungan sosial emosional, pengembangan budaya sekolah yang positif dan inklusif, serta adaptasi dan inovasi dalam perubahan pendidikan yang semuanya akan membentuk kemampuan peserta didik untuk menghadapi masa depan.

 ·  Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimpulan akhir yang saya peroleh dari pembelajaran materi ini dan keterkaitannya dengan modul modul sebelumnya bahwa:

  1. Pengambilan keputusan merupakan suatu keterampilan yang harus dimiiki oleh guru sekaligus pemimpin pembelajaran dalam menghadapi berbagai situasi baik dilema etika maupun bujukan moral di sekolah.
  2. Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap triloka memberikan pemahaman bahwa pendidik harus menjadi tauladan, menginspirasi, memberikan motivasi dan dukungan dalam mengambil keputusan yang berpihak pada murid.
  3. Pemimpin pembelajaran harus memiliki nilai-nilai seperti berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, reflektif, dan inovatif dalam mengambil keputusan sesuai dengan prinsip prinsip moral dan etika serta dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil keputusan dengan tepat dan bijak, dengan mengedepankan nilai-nilai kebajikan yang telah disepakati bersama menjadi keyakinan sekolah untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman, dan kondusif, serta mewujudkan generasi yang kompeten, kompetitif, dan berkarakter profil pelajar Pancasila.
  5. Pengambilan keputusan yang tepat terkait pembelajaran berarti memastikan metode pembelajaran dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, misalnya penerapan strategi pembelajaran diferensiasi untuk menciptakan pengalaman belajar sesuai kebutuhan individu dan mendukung pencapaian individual peserta didik.
  6. Kemampuan pendidik dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi situasi dilema etika atau bujukan moral.

 ·  Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dalam menjalankan peran sebagai seorang pemimpin, kita pasti akan menghadapi berbagai situasi yang mengharuskan kita mengambil suatu keputusan dimana ada nilai-nilai kebajikan universal yang mungkin sama-sama benar, namun saling bertentangan yang dikenal dengan istilah dilema etika, atau bahkan mungkin pertentangan itu antara nilai benar dan salah yang disebut dengan Bujukan Moral. Sebagai seorang pemimpin, kita perlu mendasarkan keputusan kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nila-inilai kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Sebelum mengambil sebuah keputusan, kita perlu melakukan identifikasi tentang paradigma yang mendasari situasi dilema etika yang terjadi, diantaranya :

a.   Individu lawan kelompok (individual vs community)

b.   Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

c.   Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

d.   Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

Terdapat nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu keputusan yang mengandung unsur dilema etika, antara lain:

a.   Berpikir Berbasis Hasil Akhir (End-Based Thinking)

b.   Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

c.   Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

Sebagai seorang pemimpin, kita juga harus memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan. Ada 9 tahapan pengambilan dan pengujian keputusan yaitu sebagai berikut:

a.   Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

b.   Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi

c.   Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi

d.   Pengujian benar atau salah (uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan/idola)

e.   Pengujian paradigma benar lawan benar

f.    Melakukan Prinsip Resolusi

g.   Investigasi Opsi trilema

h.   Membuat keputusan

i.    Meninjau kembali keputusan dan refleksikan

Berdasarkan pengalaman pribadi dalam mengambil sebuah keputusan, hal-hal yang menurut saya di luar dugaan yaitu perlunya identifikasi yang mendalam untuk memetakan situasi/permasalahan ke dalam dilema etika atau bujukan moral sehingga dapat terhindar dari subyektifitas pandangan, arah emosi negatif, konflik kepentingan atau bahkan tekanan dari pihak luar.

 ·  Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini, saya pernah menerapkan pengambilan keputusan terkait dengan penilaian akhir peserta didik di sekolah namun hanya berlandaskan kepada intuisi/perasaan saya dan hasil kesepakatan bersama dengan guru lain. Saya mengutamakan musyawarah dalam mencari solusi dari situasi yang saya hadapi tanpa melakukan pengujian terlebih dahulu namun tetap mengacu pada nilai-nilai kebajikan yang diyakini bersama di sekolah. Setelah mempelajari modul ini, saya memperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang paradigma, prinsip-prinsip, dan tahapan yang harus dilakukan dalam pengambilan dan pengujian keputusan agar kepentingan peserta didik tidak terabaikan dan berdampak positif bagi ekosistem sekolah.  

 ·  Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dampak yang saya rasakan setelah mempelajari konsep pada modul ini yaitu:

  1. Meningkatnya kesadaran dan kepekaan dalam mengidentifikasi dan memetakan kasus yang termasuk dilema etika maupun bujukan moral serta pertentangan nilai-nilai moral yang terjadi.
  2. Meningkatnya pemahaman dan keterampilan diri dalam pengambilan keputusan yang tepat dan efektif sesuai dengan paradigma, prinsip, dan tahapan pengambilan keputusan.
  3. Mengurangi keraguan dan pertentangan emosi yang dirasakan setelah keputusan ditetapkan karena dilakukan pengujian kembali secara teoritis dan sistematis.

·  Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Dengan mempelajari topik modul ini baik sebagai individu atau pemimpin, saya merasa konsep-konsep tersebut sangat penting dalam pengambilan keputusan terkait permasalahan dalam dilema etika atau bujukan moral. Saya dapat berlatih tentang keterampilan untuk mengambil keputusan dengan tepat dan efektif sehingga berdampak positif pada banyak orang terutama bagi pihak-pihak yang terlibat dalam situasi serta dapat mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif dan nyaman. Saya juga merasa lebih percaya diri dan lebih obyektif dalam mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan dan mengutamakan keberpihakan pada murid.

Comments

  1. Berdasarkan artikel/tulisan yang bu fasihah sangat mengena dan menginspirasi, terimaksih banyak bu fasihah, terus bergerak dan menggerakkan

    ReplyDelete
  2. Artikel Ini sangat bermanfaat sangat mudah dalam memahami, dan smga dapat menginspirasi.Terimakasih.

    ReplyDelete
  3. atrikel bu nur fasichah memberikan pemahaman bahwa hakikat pendidikan tdk semata2 mentransfer ilmu. tetapi bgm kita sebagai pendidik mampu mengajarkan nilai2 kebaikan. terima kasih

    ReplyDelete
  4. Bu fasihah hebat menulis artikel yang sangat menarik dan bermanfaat. Anda juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menarik perhatian pembaca. Salut dan terus memberikan motivasi yang membangun bagi kita semua. Semangat dan semoga sukses selalu... Terus berkarya

    ReplyDelete
  5. Materi yang dipaparkan sangat luar biasa dan bermanfaat bagi guru sebagai pemimpin pembelajaran. Tetap semangat bergerak dan berkarya. Tetap semangat dan Sukses selalu.

    ReplyDelete
  6. Terima kasih bapak ibu, umpan balik ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk terus bergerak maju bersama dan membawa kebaikan bagi sekolah tercinta

    ReplyDelete
  7. Wah.....sebuah pemikiran yang luar biasa. Dari tulisan Bu nur fasichah semakin menambah cakrawala berpikir saya tentang arti dari sebuah pendidikan.

    ReplyDelete
  8. Secara keseluruhan, konten yang dibuat sudah sangat bagus dan sangat menginspirasi kepada kita sebagai pendidik dan pemimpin pembelajaran. Memberikan Kontribusi nyata dalam pengambilan keputusan yang berlandaskan Nilai-nilai kebajikan dan Berpihak pada Peserta didik.Terus Semangat Berkarya dan menjadi Inspirator.

    ReplyDelete
  9. Pemaparan yang sangat luar biasa sekali Bu, sangat menginspirasi khususnya dalam membuat keputusan sebagai pemimpin pembelajaran... Tetap semangat berkarya guru hebat...

    ReplyDelete
  10. Artikel sangat bagus dan sangat bermanfaat terutama sebagai pendidik. Dmn terkadang kita sebagai pendidik lupa hakikat pendidikan seperti apa, akan tetapi melalui artikel ini menyadarkan pendidik bahwa pendidikan bukan hanya sebatas transfer ilmu semata

    ReplyDelete
  11. Sangat bagus,materi yang di paparkan sangat luar biasa dan bermanfaat bagi guru sebagai pemimpin pembelajar, dan menjadi motivasi bagi saya untuk bergerak maju bersama

    ReplyDelete
  12. Proses pengambilan keputusan harus berlandaskan nilai-nilai kebajikan, berpihak pada murid dan bertanggung jawab, karena keputusan yang akan diambil menunjukkan integritas sekolah dan akan menjadi rujukan atau teladan bagi masa depan murid dan lingkungan sekitarnya.

    ReplyDelete
  13. Sebuah pemikiran yang luar biasa, sangat menginspirasi dan menambah wawasan dalam dunia pendidikan. Tetap semangat dan semoga menjadi amal jariyah di dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  14. Paparan yang sangat bagus dan menarik memotivasi saya untuk terus maju bergerak bersama sama memajukan dunia pendidikan. Selamat berkarya ibu Nur Fasicha semangat menjadi inspirator.

    ReplyDelete
  15. Proses pengambilan keputusan itu awalnya terasa sulit. Tapi setelah dikupas tuntas dalam pemaparan ini, satu penekanan terapkan ilmu yang sudah kita miliki. Sebagaimana sebuah kutipan "buah dari ilmu itu bukanlah pengetahuan tapi buah dari ilmu itu adalah tindakan". Semangat untuk memberikan dampak bagi dunia pendidikan Bu Guru hebat

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artikel ini sangat bagus dan menginspirasi untuk kita para pendidik di era saat ini. Menyadarkan kembali bahwa pendidik itu bukan hanya menjadi fasilitator yg hanya menyampaikan ilmu pada anak didik kita tetapi pendidik hakekatnya yaitu seseorang yg juga tidak bosan bosannya menyampaikan nilai nilai kebajikan, Budi pekerti yang baik pada peserta didiknya untuk bekal mereka nanti

      Delete
  17. Dengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan akan memghasilkan keputusan yang terbaik.

    ReplyDelete
  18. Alhamdulillah materinya sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi kita semua sebagai para pendidik Generasi Bangsa, tetap semangat Bu dan teruslah berkarya untuk anak didik kita

    ReplyDelete
  19. Sangat menginspirasi dan menambah wawasan saya trimakasih terus berkarya demi murid

    ReplyDelete
  20. Luar biasa sangat menginspirasi. Pendidik harus berdedikasi dan mampu memimpin pembelajarannya untuk memberikan nilai positif bagi siswanya.

    ReplyDelete

Post a Comment