KONEKSI ANTAR MATERI MODUL
3.1
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
BERDASARKAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
“Mengajarkan
anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama
adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert
Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Sedangkan pengajaran
merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan
hidup anak secara lahir dan batin. Kita sebagai seorang pendidik tidak hanya fokus
pada upaya membekali anak dengan kemampuan dasar seperti menghitung dan
keterampilan teknis lainnya, namun mengajarkan mereka tentang nilai-nilai
kebajikan dan prinsip-prinsip kehidupan adalah dasar yang lebih kuat.
·
Dari
kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda
pelajari saat ini?
Kaitan
antara kutipan tersebut dengan proses pembelajaran yang sedang saya pelajari
saat ini adalah bahwa sebagai seorang
pendidik sekaligus pemimpin pembelajaran, kita harus mampu memberikan
kontribusi bagi peserta didik, dimana dalam setiap pengambilan keputusan harus
berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan dan berpihak kepada murid.
Kita
menyadari bahwa setiap pengambilan keputusan akan merefleksikan integritas
sekolah sebagai institusi moral yang berkontribusi terhadap terbangunnya
budaya, nilai-nilai, dan moralitas dalam diri setiap murid, nilai-nilai apa
yang akan dijunjung tinggi, dan keputusan-keputusan yang diambil kelak akan
menjadi rujukan atau teladan bagi seluruh warga sekolah dan lingkungan
sekitarnya.
Proses
pengambilan sebuah keputusan harus berlandaskan pada suatu prinsip atau
nilai-nilai tertentu yang kita yakini sehingga dapat membantu kita dalam
menghadapi berbagai situasi atau tantangan saat ini. 3 prinsip berpikir yang
kita anut yaitu berpikir berbasis Hasil Akhir, berpikir berbasis Peraturan dan
berpikir berbasis Rasa Peduli dapat menjadi landasan pemikiran dalam
pengambilan keputusan. Namun demikian, apapun prinsip yang kita gunakan hendaknya
setiap keputusan yang kita ambil harus didasarkan pada rasa penuh tanggung
jawab, nilai-nilai kebajikan universal, dan berpihak pada murid sehingga
nantinya keputusan yang diambil akan memberikan dampak yang positif bagi
lingkungan kita yang mampu mendorong pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
secara holistik.
Sebagai
seorang pemimpin pembelajaran, kita dapat berkontribusi pada proses
pembelajaran murid dalam setiap tindakan pengambilan keputusan yang berpihak
kepada murid dan berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan. Pengambilan keputusan
dilakukan secara bijak dan tepat dengan mengutamakan kebutuhan dan kepentingan
murid serta mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif untuk
mendukung perkembangan potensi dan kekuatan dalam diri murid.
Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~
Maksud dari kutipan di atas jika
dihubungkan dengan pembelajaran yang telah saya alami pada modul ini adalah
bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan
keterampilan, tetapi juga untuk membentuk karakter dan etika individu. Sekolah
sebagai sebuah institusi moral memberikan kontribusi terhadap terbangunnya
budaya, nilai-nilai, dan moralitas dalam diri setiap murid, maka kita sebagai
pendidik yang menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran tentunya berperan
sangat besar untuk menciptakan sekolah sebagai institusi moral. Pendidik adalah
tauladan bagi murid dan warga sekolah dalam mengajarkan nilai-nilai, dan norma-norma
yang berlaku secara universal dan salah satunya tercermin dari proses
pengambilan keputusan yang dilakukan dimana keputusan yang tersebut harus
menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan dan selalu berpihak pada kebutuhan dan
kepentingan murid.
(Koneksi Antar
Materi)
Kesimpulan yang saya buat ini merupakan hasil refleksi
dengan mengaitkan materi pada modul 3.1 (Pengambilan Keputusan yang Berdasarkan
Nilai-Nilai Kebajikan Seorang Pemimpin) dengan materi pada modul-modul PGP
sebelumnya
Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangunkarsa, Tut Wuri handayani” memiliki keterkaitan dengan penerapan pengambilan keputusan yang kita lakukan sebagai pemimpin yaitu keputusan yang selalu berpihak kepada murid. Ing Ngarso Sung Tulodho yang berarti di depan seorang pemimpin harus mampu menjadi tauladan, Ing Madya Mangun Karsa artinya di tengah seorang pemimpin harus mampu membangun semangat dan motivasi, serta Tut Wuri handayani berarti seorang pemimpin harus mampu memberi dorongan dan kekuatan dari belakang.
Dalam pengambilan keputusan, seorang pemimpin harus konsisten memberikan tauladan dengan selalu berpegang teguh pada nilai-nilai dan prinsip yang dijunjung tinggi, dan memastikan bahwa keputusan tersebut adil dan bermanfaat untuk semua pihak. Seorang pemimpin juga harus mempertimbangkan dampak keputusan yang telah diambil terhadap moral dan motivasi orang lain, serta berusaha menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan inovasi.
· Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita,
berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu
keputusan?
Nilai-nilai yang tertanam
dalam diri kita akan membentuk keyakinan, sikap, dan tindakan kita dan sangat
berpengaruh dalam pengambilan keputusan yang kita lakukan. Nilai-nilai tersebut
mempengaruhi bagaimana cara pandang kita dalam melihat situasi yang sedang kita
hadapi. Misalnya, Jika nilai utama yang kita hargai adalah keadilan, maka kita
akan cenderung membuat keputusan yang berfokus pada perlakuan yang adil bagi
semua pihak yang terlibat. Begitu pula jika kita memiliki nilai integritas dan
tanggung jawab yang kuat, maka kita mungkin akan menghindari keputusan yang dapat
menyebabkan pelanggaran etika yang mungkin akan berdampak merugikan orang lain
dalam jangka panjang.
Coaching merupakan proses
penggalian informasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan tujuannya,
untuk memprediksi hasil dan berbagai opsi dalam pengambilan keputusan. Materi
pengambilan keputusan dan kegiatan coaching (bimbingan) memiliki keterkaitan
erat terutama dalam proses evaluasi/pengujian
pengambilan keputusan yang telah ditetapkan sehingga dapat diketahui sejauhmana
efektivitas pengambilan keputusan tersebut dan dampak/resiko yang
mungkin akan dirasakan oleh pihak-pihak yang terlibat.
Sesi Coaching dapat membantu
untuk menilai apakah hasil pengambilan keputusan sudah sesuai dengan tujuan
yang telah ditetapkan, mengidentifikasi apakah proses pengambilan keputusan
telah sesuai dengan paradigma, prinsip dan langkah-langkah pengambilan
keputusan yang benar, serta mengklarifikasi apakah masih ada keraguan
atau pertanyaan yang mungkin masih ada dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut.
Pemimpin pembelajaran diharapkan
memiliki keterampilan Sosial dan Emosional (KSE) yang meliputi kemampuan
untuk mengenali dan mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, menunjukkan
empati, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab. Guru yang mampu
mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya dengan baik tentu akan bijak
dan tepat dalam mengambil keputusan terutama dalam menghadapi situasi dilema
etika.
Guru yang mampu menunjukkan
empati, maka ia akan dapat merasakan dampak dari keputusan yang akan diambil terhadap
berbagai pihak serta dapat membantu dalam membuat keputusan yang lebih adil dan
bijaksana. Guru yang memiliki kemampuan dalam mengenali dan mengelola emosi,
maka ia akan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan rasional, prinsip
moral dan tidak mengedepankan emosi. Sedangkan guru yang mampu membangun
hubungan yang sehat akan berkomunikasi secara efektif dengan semua pihak untuk
mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dan membangun pemahaman bersama mengenai alternatif
solusi yang akan dipilih. Begitu pula
dalam membuat keputusan yang bertanggung jawab, guru akan mempertimbangkan nilai-nilai
moral dan etika yang diyakini agar keputusan tersebut sesuai dengan
prinsip-prinsip keadilan, integritas, dan dapat dipertanggung jawabkan.
Nilai-nilai yang diyakini
seorang pendidik, seperti kejujuran, keadilan, dan empati, akan mempengaruhi
cara mereka melihat dan memahami masalah moral atau etika. Dalam menghadapi
dilema, pendidik akan mempertimbangkan nilai mana yang paling penting dalam
konteks masalah dan bagaimana berbagai alternatif solusi yang diungkapkan akan sejalan
dengan nilai-nilai tersebut. Misalnya, ketika seorang guru menghadapi dilema
tentang apakah akan melaporkan ketidakjujuran rekan guru lainnya dalam mengolah
nilai, nilai-nilai seperti kejujuran dan tanggung jawab akademik akan memandu pengambilan
keputusannya. Guru tersebut mungkin merasa mengalami tekana dan memilih untuk
menutup mata demi menghindari konflik, tetapi nilai-nilai yang ia anut akan
mendorongnya untuk mengambil langkah yang benar sesuai dengan prinsip-prinsip moral
dan etika yang ia yakini.
Pengambilan keputusan
yang tepat yang diambil oleh seorang pemimpin secara langsung maupun tidak
langsung akan berdampak pada
terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman untuk peserta
didik mengembangkan potensinya dan mempengaruhi situasi yang
dirasakan oleh semua individu di sekolah. Setiap keputusan yang kita ambil
harus tepat dan bijak berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan, keteladanan, kebijaksanaan
dan tidak melanggar norma-norma yang diyakini bersama.
· Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Pengambilan keputusan
dalam pendidikan sangat berpengaruh terhadap pengajaran yang memerdekakan
murid-murid. Pengajaran yang memerdekakan berarti memberikan kesempatan kepada
murid untuk berkembang sesuai dengan potensi dan minat mereka. Pengambilan
keputusan yang tepat terkait pembelajaran berarti memastikan metode
pembelajaran dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, menciptakan
pengalaman belajar sesuai kebutuhan individu dan mendukung pencapaian
individual peserta didik. Misalnya pengambilan keputusan dalam strategi pembelajaran
diferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, serta mengintegrasikan
keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan
kolaboratif dalam proses pembelajaran,
Keputusan yang diambil
oleh seorang pemimpin pembelajaran pasti akan membawa dampak baik jangka pendek
maupun jangka panjang bagi murid. Seorang pemimpin pembelajaran memiliki
tanggung jawab besar dalam membentuk masa depan murid-muridnya melalui berbagai
keputusan strategis yang dibuat. Hal itu dapat dilakukan antara lain dengan
mengambil keputusan yang bijak dan tepat tentang arah pendidikan dan budaya
sekolah, metode pengajaran, kualitas guru dalam praktik pengajaran, dukungan
sosial emosional, pengembangan budaya sekolah yang positif dan inklusif, serta
adaptasi dan inovasi dalam perubahan pendidikan yang semuanya akan membentuk
kemampuan peserta didik untuk menghadapi masa depan.
Kesimpulan akhir yang saya peroleh dari pembelajaran materi ini dan keterkaitannya dengan modul modul sebelumnya bahwa:
- Pengambilan keputusan merupakan suatu keterampilan yang harus dimiiki oleh guru sekaligus pemimpin pembelajaran dalam menghadapi berbagai situasi baik dilema etika maupun bujukan moral di sekolah.
- Filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap triloka memberikan pemahaman bahwa pendidik harus menjadi tauladan, menginspirasi, memberikan motivasi dan dukungan dalam mengambil keputusan yang berpihak pada murid.
- Pemimpin pembelajaran harus memiliki nilai-nilai seperti berpihak pada murid, mandiri, kolaboratif, reflektif, dan inovatif dalam mengambil keputusan sesuai dengan prinsip prinsip moral dan etika serta dapat dipertanggung jawabkan.
- Pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil keputusan dengan tepat dan bijak, dengan mengedepankan nilai-nilai kebajikan yang telah disepakati bersama menjadi keyakinan sekolah untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman, dan kondusif, serta mewujudkan generasi yang kompeten, kompetitif, dan berkarakter profil pelajar Pancasila.
- Pengambilan keputusan yang tepat terkait pembelajaran berarti memastikan metode pembelajaran dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik, misalnya penerapan strategi pembelajaran diferensiasi untuk menciptakan pengalaman belajar sesuai kebutuhan individu dan mendukung pencapaian individual peserta didik.
- Kemampuan pendidik dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi situasi dilema etika atau bujukan moral.
Dalam menjalankan peran sebagai
seorang pemimpin, kita pasti akan menghadapi berbagai situasi yang mengharuskan
kita mengambil suatu keputusan dimana ada nilai-nilai kebajikan universal yang mungkin
sama-sama benar, namun saling bertentangan yang dikenal dengan istilah dilema
etika, atau bahkan mungkin pertentangan itu antara nilai benar dan salah yang
disebut dengan Bujukan Moral. Sebagai seorang pemimpin, kita perlu mendasarkan
keputusan kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nila-inilai
kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari
keputusan yang diambil.
Sebelum mengambil sebuah
keputusan, kita perlu melakukan identifikasi tentang paradigma yang mendasari
situasi dilema etika yang terjadi, diantaranya :
a. Individu
lawan kelompok (individual vs community)
b. Rasa
keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
c. Kebenaran
lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
d. Jangka
pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
Terdapat
nilai-nilai
atau prinsip-prinsip yang mendasari pemikiran seseorang dalam mengambil suatu
keputusan yang mengandung unsur dilema etika, antara lain:
a.
Berpikir Berbasis Hasil Akhir (End-Based
Thinking)
b.
Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based
Thinking)
c.
Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based
Thinking)
Sebagai seorang pemimpin,
kita juga harus memastikan bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang
tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah
keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan
keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan. Ada 9 tahapan pengambilan dan
pengujian keputusan yaitu sebagai berikut:
a.
Mengenali
nilai-nilai yang saling bertentangan
b.
Menentukan
siapa yang terlibat dalam situasi
c.
Mengumpulkan
fakta-fakta yang relevan dengan situasi
d.
Pengujian
benar atau salah (uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, uji
panutan/idola)
e.
Pengujian
paradigma benar lawan benar
f.
Melakukan
Prinsip Resolusi
g.
Investigasi
Opsi trilema
h.
Membuat
keputusan
i.
Meninjau
kembali keputusan dan refleksikan
Berdasarkan
pengalaman pribadi dalam mengambil sebuah keputusan, hal-hal yang menurut saya
di luar dugaan yaitu perlunya identifikasi yang mendalam untuk memetakan
situasi/permasalahan ke dalam dilema etika atau bujukan moral sehingga dapat
terhindar dari subyektifitas pandangan, arah emosi negatif, konflik kepentingan
atau bahkan tekanan dari pihak luar.
Sebelum mempelajari modul ini, saya pernah menerapkan
pengambilan keputusan terkait dengan penilaian akhir peserta didik di sekolah
namun hanya berlandaskan kepada intuisi/perasaan saya dan hasil kesepakatan
bersama dengan guru lain. Saya mengutamakan musyawarah dalam mencari solusi
dari situasi yang saya hadapi tanpa melakukan pengujian terlebih dahulu namun
tetap mengacu pada nilai-nilai kebajikan yang diyakini bersama di sekolah.
Setelah mempelajari modul ini, saya memperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang
paradigma, prinsip-prinsip, dan tahapan yang harus dilakukan dalam pengambilan
dan pengujian keputusan agar kepentingan peserta didik tidak terabaikan dan
berdampak positif bagi ekosistem sekolah.
Dampak yang saya rasakan setelah mempelajari konsep pada modul ini yaitu:
- Meningkatnya kesadaran dan kepekaan dalam mengidentifikasi dan memetakan kasus yang termasuk dilema etika maupun bujukan moral serta pertentangan nilai-nilai moral yang terjadi.
- Meningkatnya pemahaman dan keterampilan diri dalam pengambilan keputusan yang tepat dan efektif sesuai dengan paradigma, prinsip, dan tahapan pengambilan keputusan.
- Mengurangi keraguan dan pertentangan emosi yang dirasakan setelah keputusan ditetapkan karena dilakukan pengujian kembali secara teoritis dan sistematis.
· Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda
sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Dengan mempelajari topik modul ini
baik sebagai individu atau pemimpin, saya merasa konsep-konsep tersebut sangat
penting dalam pengambilan keputusan terkait permasalahan dalam dilema etika
atau bujukan moral. Saya dapat berlatih tentang keterampilan untuk mengambil
keputusan dengan tepat dan efektif sehingga berdampak positif pada banyak orang
terutama bagi pihak-pihak yang terlibat dalam situasi serta dapat mewujudkan
lingkungan sekolah yang kondusif dan nyaman. Saya juga merasa lebih percaya
diri dan lebih obyektif dalam mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai
kebajikan dan mengutamakan keberpihakan pada murid.

Berdasarkan artikel/tulisan yang bu fasihah sangat mengena dan menginspirasi, terimaksih banyak bu fasihah, terus bergerak dan menggerakkan
ReplyDeleteArtikel Ini sangat bermanfaat sangat mudah dalam memahami, dan smga dapat menginspirasi.Terimakasih.
ReplyDeleteatrikel bu nur fasichah memberikan pemahaman bahwa hakikat pendidikan tdk semata2 mentransfer ilmu. tetapi bgm kita sebagai pendidik mampu mengajarkan nilai2 kebaikan. terima kasih
ReplyDeleteBu fasihah hebat menulis artikel yang sangat menarik dan bermanfaat. Anda juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menarik perhatian pembaca. Salut dan terus memberikan motivasi yang membangun bagi kita semua. Semangat dan semoga sukses selalu... Terus berkarya
ReplyDeleteMateri yang dipaparkan sangat luar biasa dan bermanfaat bagi guru sebagai pemimpin pembelajaran. Tetap semangat bergerak dan berkarya. Tetap semangat dan Sukses selalu.
ReplyDeleteTerima kasih bapak ibu, umpan balik ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk terus bergerak maju bersama dan membawa kebaikan bagi sekolah tercinta
ReplyDeleteWah.....sebuah pemikiran yang luar biasa. Dari tulisan Bu nur fasichah semakin menambah cakrawala berpikir saya tentang arti dari sebuah pendidikan.
ReplyDeleteSecara keseluruhan, konten yang dibuat sudah sangat bagus dan sangat menginspirasi kepada kita sebagai pendidik dan pemimpin pembelajaran. Memberikan Kontribusi nyata dalam pengambilan keputusan yang berlandaskan Nilai-nilai kebajikan dan Berpihak pada Peserta didik.Terus Semangat Berkarya dan menjadi Inspirator.
ReplyDeletePemaparan yang sangat luar biasa sekali Bu, sangat menginspirasi khususnya dalam membuat keputusan sebagai pemimpin pembelajaran... Tetap semangat berkarya guru hebat...
ReplyDeleteArtikel sangat bagus dan sangat bermanfaat terutama sebagai pendidik. Dmn terkadang kita sebagai pendidik lupa hakikat pendidikan seperti apa, akan tetapi melalui artikel ini menyadarkan pendidik bahwa pendidikan bukan hanya sebatas transfer ilmu semata
ReplyDeleteSangat bagus,materi yang di paparkan sangat luar biasa dan bermanfaat bagi guru sebagai pemimpin pembelajar, dan menjadi motivasi bagi saya untuk bergerak maju bersama
ReplyDeleteProses pengambilan keputusan harus berlandaskan nilai-nilai kebajikan, berpihak pada murid dan bertanggung jawab, karena keputusan yang akan diambil menunjukkan integritas sekolah dan akan menjadi rujukan atau teladan bagi masa depan murid dan lingkungan sekitarnya.
ReplyDeleteSebuah pemikiran yang luar biasa, sangat menginspirasi dan menambah wawasan dalam dunia pendidikan. Tetap semangat dan semoga menjadi amal jariyah di dunia pendidikan.
ReplyDeletePaparan yang sangat bagus dan menarik memotivasi saya untuk terus maju bergerak bersama sama memajukan dunia pendidikan. Selamat berkarya ibu Nur Fasicha semangat menjadi inspirator.
ReplyDeleteProses pengambilan keputusan itu awalnya terasa sulit. Tapi setelah dikupas tuntas dalam pemaparan ini, satu penekanan terapkan ilmu yang sudah kita miliki. Sebagaimana sebuah kutipan "buah dari ilmu itu bukanlah pengetahuan tapi buah dari ilmu itu adalah tindakan". Semangat untuk memberikan dampak bagi dunia pendidikan Bu Guru hebat
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteArtikel ini sangat bagus dan menginspirasi untuk kita para pendidik di era saat ini. Menyadarkan kembali bahwa pendidik itu bukan hanya menjadi fasilitator yg hanya menyampaikan ilmu pada anak didik kita tetapi pendidik hakekatnya yaitu seseorang yg juga tidak bosan bosannya menyampaikan nilai nilai kebajikan, Budi pekerti yang baik pada peserta didiknya untuk bekal mereka nanti
DeleteDengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan akan memghasilkan keputusan yang terbaik.
ReplyDeleteAlhamdulillah materinya sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi kita semua sebagai para pendidik Generasi Bangsa, tetap semangat Bu dan teruslah berkarya untuk anak didik kita
ReplyDeleteSangat menginspirasi dan menambah wawasan saya trimakasih terus berkarya demi murid
ReplyDeleteLuar biasa sangat menginspirasi. Pendidik harus berdedikasi dan mampu memimpin pembelajarannya untuk memberikan nilai positif bagi siswanya.
ReplyDelete